Kamis, 21 Agustus 2014 - 14:13:26 WIB

Dari 15 Prodi, 80 Persen Lulusan Diploma UGM Terserap Pasar Kerja

YOGYAKARTA - Universitas Gadjah Mada mewisuda 905 lulusan Diploma dengan lama studi rata-rata 3 tahun. Waktu studi tersingkat diraih Fombagidodo Laia dari prodi D3 Bahasa Mandarin yang lulus dalam waktu 2 tahun 7 bulan. Sedangkan lulusan Diploma termuda diraih Zanna Chobita Arithusa dari prodi D3 Ilmu Komputer dan Sistem Informasi  yang lulus pada usia 18 tahun 8 bulan 12 hari. 
 
Pada wisuda kali ini, sebanyak 243 atau 26,8% lulusan mendapat predikat Cum Laude. Sementara nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata wisuda kali ini adalah 3,24. Adapun IPK tertinggi diraih oleh Endah Purwati dari D3 Kesehatan Hewan yang lulus dengan nilai IPK 3,95.
 
Rektor UGM, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc., Sc., dalam sambutannya mengatakan dari 27 prodi di program Sekolah Vokasi, sebanyak 15 prodi diantaranya, sekitar 80 persen lulusannya terserap di pasar kerja. Bahkan dengan masa tunggu kurang dari 1,5 bulan. Meski tidak menyebutkan prodi yang dimaksud, namun Rektor menegaskan terserapnya para lulusan Diploma ini mengindikasikan para lulusan Sekolah Vokasi UGM bisa bersaing dan diterima di banyak perusahaan baik di dalam dan luar negeri. “Ini hasil yang menggembirakan dari Sekolah Vokasi,” kata Rektor dalam acara Wisuda Program Diploma di Grha Sabha Pramana, Rabu (21/8).
 
Seperti diketahui, Sekolah Vokasi UGM memiliki 27 prodi, 16 prodi di kelompok IPA dan 11 prodi di kelompok IPS. Untuk mempersiapkan kemampuan daya saing dan kualitas akademik mahasiswa, pengelola Sekolah Vokasi menggandeng kerja sama dengan perguruan tinggi dan berbagai perusahaan dari China, Jepang, Jerman dan Selandia Baru. “Tidak hanya kerja sama riset, Sekolah Vokasi juga mengirimkan mahasiwa. Saat ini ada 50 orang mahasiswa yang magang ke luar negeri," katanya. 
 
Rektor menambahkan, memasuki era globalisasi dan keterbukaan pasar, serta menghadapi akan diberlakukannya Asean Single Community tahun 2015, maka mobilitas tenaga kerja akan dibuka seluas-luasnya. Tantangan dan sekaligus momentum bagi lulusan perguruan tinggi di Indonesia, mereka diharapkan tidak hanya bisa bersaing mendapatkan pekerjaan di dalam negeri namun juga bisa bekerja di luar negeri. “Saya yakin dengan kemapuan yang anda miliki tentunya akan mampu berkompetisi,” pungkasnya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)