Selasa, 20 Februari 2018 - 10:21:06 WIB

SV UGM DAN BANK MANDIRI SEPAKAT BUKA PROGRAM D-4 PERBANKAN

Sekolah Vokasi UGM dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sepakat menjalin kerja sama pendirian Program Studi Diploma IV Perbankan dan rencana Program Kriya Mandiri. Kesepakatan ditandai dengan dibubuhkannya tanda tangan kerja sama antara Dekan Sekolah Vokasi UGM, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D dan Senior Executive Vice President Human Capital Bank Mandiri, Sanjay N. Bharwani.

Dekan Sekolah Vokasi, Wikan Sakarinto, mengatakan penandatanganan kerja sama menjadi kelengkapan proposal untuk pendirian Program Studi D-4 Perbankan dan Rencana Program Kriya Mandiri. Rencana pendirian program ini telah mendapat persetujuan Senat Akademik Sekolah Vokasi UGM dan kini maju untuk mendapat persetujuan Senat Akademik UGM.

"Secara khusus kita memang menghadirkan industri dalam pembelajaran karena dalam menghadapi era disruption saat ini, kampus tidak lagi bisa berjalan sendiri tanpa melibatkan dunia industri," katanya, di ruang sidang pimpinan UGM, Senin (19/2).

Menurut Wikan menghadirkan industri bukan berarti industri harus berada di dalam kampus. Kehadiran bisa dalam bentuk konsep, semangat, value profesionalitas dan kompetensinya agar lulusan yang dihasilkan sesuai dengan keinginan industri. 

"Semua itu akan terwujud dalam kurikulum yang sedang kita susun bersama saat ini. Kurikulum terkait pendirian D-4 Perbankan ini sudah hampir satu tahun kita kolaborasikan dengan Bank Mandiri," ujarnya.

Senior Executive Vice President Human Capital Bank Mandiri, Sanjay N. Bharwani, menyatakan  tenaga kriya merupakan program pemagangan lulusan SMA atau SMK belajar secara terpadu di Bank Mandiri dengan ditempatkan di berbagai unit/ kantor cabang Bank Mandiri di seluruh Indonesia. Kerja sama ini juga memberi kesempatan mahasiswa-mahasiswa UGM bekerja magang di Bank Mandiri untuk mendapatkan pengalaman sesuai dengan kebutuhan.

Sanjay menambahkan pembangunan Sumber Daya Manusia menjadi fokus perhatian saat ini dan dengan pendirian Sekolah Vokasi sebagai salah satu upayanya. Dengan memperkuat pendidikan vokasi dan menghadirkan industri tentu akan menghasilkan SDM yang sesuai dan diharapkan industri.

"Dengan pendirian D-4 ini nantinya diharapkan akan menghasilkan SDM unggul dan profesional di dunia perbankan saat ini," ungkapnya.

Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Maulyono, M.Eng., D.Eng., menyambut baik kerja sama ini. Dengan berpegang prinsip  life long learning maka cara-cara penerimaan mahasiswa baru bisa diperluas lagi.

"Dengan begitu  karyawan yang sudah bekerja lebih dari 2  atau 3 tahun memiliki kesempatan untuk kuliah kembali mengambil program D-4 atau S1 reguler," katanya.

Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Prof. Ainun Na''im, Ph.D, M.B.A., yang turut menyaksikan penandatanganan kerja sama menuturkan Kementerian menyambut baik rencana pendirian program D-4 Perbankan dan Kriya Mandiri. Kerja sama antara universitas dan dunia industri merupakan tantangan yang tidak mudah. 

"Tidak mudah memadukan kebutuhan industri dan akademis, juga tidak mudah bagi mahasiswa untuk magang. Jika Bank Mandiri menyediakan tempat untuk magang dan memiliki program khusus untuk lulusan SMA kami merasa berterima kasih karena sangat membantu kementerian," tuturnya.

Dengan upaya Bank Mandiri, kata Ainun Na''im, tentu akan berpengaruh dan meningkatkan angka partisipasi penduduk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Di negara-negara seperti Jerman, Taiwan, Korea, New Zealand, sekolah-sekolah vokasi diajarkan tidak secara konvensional yaitu dengan pengajaran tidak berada di kelas.

"Yang namanya sekolah vokasi itu, belajarnya ya di tempat kerja bukan di kelas. Mereka setiap hari masuk di tempat kerja, kelasnya di tempat kerja itu dengan diberi instruksi dan kemudian praktik," katanya. 

Namun, karena tidak memiliki kapasitas dan sistem seperti itu, Ainun mengakui pendidikan vokasi di Indonesia dikembangkan dengan model 321. Artinya, 3 semester di kelas, 2 semester di industri dan 1 semester bisa tetap di industri atau kembali ke kelas. 

"Ini yang kita cobakan di 12 politeknik-politeknik yang ada di Indonesia. Sekarang ada volunter yang dibangun oleh kedua belah pihak, ini tentu sangat bagus," imbuhnya. (Humas UGM/ Agung; foto: Firsto).